Kamis, 21 Januari 2016
Dalam posisi terendahku saat itu, aku mengarungi lautan keresahanku
menenggak kesedihan terlalu dalam,terombang ambing dalam kesakitan
yang akhirnya mengantarkanku ke hangatnya pasir putih di beranda hatimu.
jingganya rengkuhanmu membuatku mampu melewati ilalang berduri ditepian hatimu
memberikanku keberanian tuk melangkah menuju cahaya keemasan di ufuk barat jiwamu
Sembari berdoa kepada kepada illahi
semoga cahayamu senantiasa membias agar aku tak tersesat disetiap liku jalan yang akan ku lewati
agar hangatmu tetap terpatri dalam dosa dan pahalaku
agar dapat kupeluk cahaya keemasanmu sampai meredeup bersama seiring usiaku, sampai nanti, sampai kau tak peduli..
hangatmu kan tetap abadi.
Langganan:
Postingan (Atom)