SENJA
Jumat, 21 Januari 2022
Hai 😇
ternyata, kita tidak bisa melawan skenario Tuhan ya?
dan ternyata, skenario Tuhan jauh lebih indah.
Terimakasih Tuhan, karena hari ini aku masih hidup dengan merasakan manis dan getirnya kehidupan
terimakasih Tuhan, Engkau memberikan jalan hidup yang sangat bermakna di hari tuaku ini 😘
dari cerita keluarga, cerita percintaan, cerita semua yang ada diriku penuh makna dan
penuh dengan campur tangan-Mu 😍
tanpa pertolonganmu, aku tidak akan sampai di titik ini, melewati tiap liku kehidupanku.
sekali lagi dan selamanya
"terimakasih Tuhan"
Rabu, 27 April 2016
Kamu tau? salah satu hal yang paling aku suka darimu?
senyummu seteduh senja :)
Kamis, 21 Januari 2016
Dalam posisi terendahku saat itu, aku mengarungi lautan keresahanku
menenggak kesedihan terlalu dalam,terombang ambing dalam kesakitan
yang akhirnya mengantarkanku ke hangatnya pasir putih di beranda hatimu.
jingganya rengkuhanmu membuatku mampu melewati ilalang berduri ditepian hatimu
memberikanku keberanian tuk melangkah menuju cahaya keemasan di ufuk barat jiwamu
Sembari berdoa kepada kepada illahi
semoga cahayamu senantiasa membias agar aku tak tersesat disetiap liku jalan yang akan ku lewati
agar hangatmu tetap terpatri dalam dosa dan pahalaku
agar dapat kupeluk cahaya keemasanmu sampai meredeup bersama seiring usiaku, sampai nanti, sampai kau tak peduli..
hangatmu kan tetap abadi.
Minggu, 30 Agustus 2015
Ketika tangan kita saling menggenggam erat kemudian kamu perlahan melepasnya . aku seperti merasa kecewa . dan aku pun berpikir bagaimana dengan hati ? dengan jiwa ? jika hati kita sudah saling menggenggam kemudian kamu melepasnya secara perlahan . untuk membayangkan rasanya pun aku sudah takut . apalagi jika hal itu terjadi nyata .
Kamis, 13 Juni 2013
16 Maret 2013
Hari ini kuberadu kasih denganmu sayang
tanpa jarak yang memisahkan
tanpa kesibukan yang mendera
sang bayu begitu lembut masuk kedalam ruang cinta kita
bahagia bukan ?
kita bersama menikmati langit biru
tanpa jarak yang memisahkan
tanpa kesibukan yang mendera
sang bayu begitu lembut masuk kedalam ruang cinta kita
bahagia bukan ?
kita bersama menikmati langit biru
sepasang mata
Ketika aku menyusuri lorong jalan bersamanya
seribu pasang mata di dinding acuh tak acuh melihatku
tetapi dari seribu pasang mata itu
ku menangkap sepasang mata meredam api cemburu
dari setiap arah aku melihat sepasang mata itu
terus mengikuti setiap denyut kakiku
seribu pasang mata di dinding acuh tak acuh melihatku
tetapi dari seribu pasang mata itu
ku menangkap sepasang mata meredam api cemburu
dari setiap arah aku melihat sepasang mata itu
terus mengikuti setiap denyut kakiku
Senin, 10 Juni 2013
teruntuk mamah dan papah
suatu malam ketika aku pulang dari perantauan
aku melihat dengan jelas
mereka tertidur dengan pulas
kerutan diwajah mereka semakin jelas terlihat
tubuh yang dulu segar sekarang semakin layu
aku melihat dengan jelas
mereka tertidur dengan pulas
kerutan diwajah mereka semakin jelas terlihat
tubuh yang dulu segar sekarang semakin layu
Langganan:
Postingan (Atom)