Senin, 27 Mei 2013

Jarum pembawa duka

aku adalah secarik kertas yang dulu selalu menjadi tempat coretan hidupmu
kau mulai menulis , dan yang pertama kamu tulis adalah dia
seringkali kau terlihat sakit saat menulis tentang dia
seringkali matamu yang indah berkaca-kaca ketika menulis tentang dia
aku hanya bisa diam , aku hanyalah kertas yang menjadi tempatmu mengadu
mengadu semua tentang dia . dia yang kamu cintai bahkan sangat kamu cintai
suatu hari kamu menulis " disaat aku sedang benar-benar mencintai kenapa seperti ini nasibku?"

aku hanya bisa diam dalam kesakitan , tapi aku sangat mengerti perasaanmu saat itu .
tak sedikitpun kamu menyapaku . aku yang selalu mengerti kamu .
bahkan ketika kamu mengusap bagian dariku dimatamu terlihat jelas bayang-bayang dia
tapi aku mencoba kuat selalu ada untuk mu . selalu menjadi tempatmu berkeluh kesah karena dia
terlintas dibenakku , seperti apa dia ? bagaimana kah dia ? apakah secarik kertas sepertiku ?
atau bahkan kertas yang berlapis emas sampai kamu tak mampu menulis di setiap bagiannya ?
aku korbankan sebagian dari tubuhku kau tulis tentang dia
aku korbankan ... karena aku terlalu tulus setia denganmu
dan aku melupakan sesuatu , aku lupa untuk mengingatkanmu agar tidak menulisnya dengan jarum
tulislah tentang dia dengan jari . jadi aku hanya bisa merasakan dan tak melihat bekasnya
sampai ketika kau kembali menulis .. tapi tiba-tiba aku tersentak ketika kau tak lagi menulis tentang dia
kau mulai menulis tentang KITA . aku selalu membaca bagian-bagian dimana kamu menulis tentang KITA. tetapi pada akhirnya aku melihat bekas goresan-goresan jarum berisi tentang dia di sebagian tubuh kertasku ini .dan rasanya lebih sakit dari saat kau tulis
dan sekarang,tolong hapus ... tolong hapus tulisan tentang dia..jika kamu sekarang mencintaiku dan sudah melupakannya . hapus dengan kasih sayangmu . hapus dengan perasan hatimu yang tulus . hapus dengan segudang kepercayaan . dan hapus dengan bunga-bunga setia yang bermekaran dijiwamu . agar aku tenang . agar aku bahagia . agar aku tetap hidup menjaga mu . menjaga cinta kita .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar